Tingkat Indikator
Rumusan Indikator
Tujuan Indikator
Cara Mengumpulkan dan Menganalisis Data yang Diperlukan
Tentukan nilai indikator tersebut dengan menggunakan metodologi berikut:
1) Tentukan apa yang ingin Anda ukur. Tentukan platform media sosial, akun, konten, dan periode pelaporan. Jika relevan, tentukan juga apakah Anda akan memasukkan konten berbayar, konten organik, atau keduanya.
2) Gunakan fitur analitik bawaan platform tersebut dan periksa definisi “jangkauan” yang berlaku saat ini. Jangkauan seharusnya merujuk pada audiens unik, bukan jumlah total kali konten ditampilkan. Perlu diperhatikan bahwa pengukuran jangkauan mungkin berbeda-beda di setiap platform.
3) Jika platform tersebut memberikan satu angka jangkauan untuk kampanye atau konten yang dipilih selama periode pelaporan, gunakan angka tersebut. Jangan menjumlahkan jangkauan dari setiap postingan, karena satu orang yang sama mungkin telah melihat beberapa postingan dan karenanya akan dihitung lebih dari sekali.
4) Jika platform hanya menyediakan data jangkauan untuk setiap postingan, laporkan angka-angka tersebut secara terpisah untuk setiap postingan. Jangan menjumlahkannya untuk memperkirakan jumlah orang yang dijangkau oleh seluruh kampanye, karena pengguna yang sama mungkin dihitung lebih dari sekali. Jika pihak donor atau sistem pelaporan memerlukan angka total, cantumkan dengan jelas bahwa angka tersebut merupakan total jangkauan tingkat postingan dan jelaskan bahwa beberapa pengguna mungkin dihitung lebih dari sekali.
5) Jika Anda menggunakan beberapa platform media sosial, laporkan jangkauan masing-masing platform secara terpisah. Satu orang mungkin menggunakan lebih dari satu platform, sehingga jika angka-angka tersebut dijumlahkan, beberapa orang bisa terhitung lebih dari sekali. Laporkanlah total unik secara keseluruhan di seluruh platform hanya jika Anda memiliki cara yang andal untuk mengidentifikasi dan menghilangkan tumpang tindih tersebut.
Pisahkan berdasarkan
Data ini dapat dipisahkan berdasarkan saluran media sosial, dan—jika relevan dan memungkinkan—juga berdasarkan distribusi berbayar versus organik, jenis konten, wilayah geografis, kelompok usia, atau jenis kelamin, asalkan platform tersebut menyediakan rincian tersebut.
Catatan Penting
1) Penjumlahan jangkauan setiap postingan dapat mengakibatkan seseorang dihitung beberapa kali. Masalah yang sama dapat terjadi saat menjumlahkan jangkauan di berbagai platform media sosial. Jika platform tersebut menyediakan angka jangkauan unik untuk keseluruhan kampanye, gunakan angka tersebut daripada menjumlahkan jangkauan per postingan. Laporkan hasilnya untuk setiap platform secara terpisah.
2) Jangkauan yang lebih luas berarti konten tersebut tersebar lebih luas. Hal ini tidak selalu berarti bahwa komunikasi tersebut lebih berhasil. Jangkauan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti promosi berbayar, algoritma platform, jumlah audiens, waktu, dan format konten. Interpretasikan jangkauan bersama dengan indikator-indikator yang mencerminkan tujuan kampanye, seperti tingkat keterlibatan, klik, atau perubahan perilaku.
3) Jangkauan yang dilaporkan oleh platform biasanya merupakan perkiraan, bukan jumlah pasti orang. Platform dapat menggunakan akun, perangkat, dan data lain untuk memperkirakan jumlah pengguna unik. Metode yang mereka gunakan juga dapat berubah seiring waktu. Jangan mengartikan jangkauan sebagai jumlah pasti orang yang menerima, memperhatikan, atau memahami pesan tersebut.
4) Saat membandingkan jangkauan dari waktu ke waktu, gunakan platform, periode pelaporan, dan jenis jangkauan yang sama jika memungkinkan. Catat setiap perubahan penting dalam cara platform tersebut mengukur atau melaporkan jangkauan.
Indikator Lintas Sektor yang Relevan
Pertimbangkan juga untuk menggunakan indikator-indikator berikut ini:
Tayangan (menunjukkan jumlah total tayangan, termasuk tayangan berulang, dan karenanya melengkapi jangkauan unik)
Tingkat Keterlibatan (mengevaluasi interaksi berdasarkan paparan audiens, bukan hanya berdasarkan distribusi saja)
Tingkat Klik-Melalui (berguna jika tujuan komunikasinya adalah mendorong orang untuk mengklik tautan, bukan sekadar melihat konten)