Tingkat Indikator
Rumusan Indikator
Tujuan Indikator
Cara Mengumpulkan dan Menganalisis Data yang Diperlukan
Tentukan nilai indikator tersebut dengan menggunakan metodologi berikut:
1) Jelaskan perilaku tersebut. Pastikan Anda menjelaskannya secara spesifik, agar responden memahaminya sesuai dengan maksud yang dimaksud.
2) Jelaskan masalah spesifik apa yang ingin diatasi oleh perilaku tersebut atau apa yang ingin dicapai darinya.
3) Untuk setiap perilaku, susunlah sebuah pertanyaan wawancara untuk menilai apakah responden berpendapat bahwa perilaku tersebut efektif dalam mengatasi masalah yang dimaksud atau mencapai hasil yang diharapkan. Pastikan semua pertanyaan dirumuskan secara netral sehingga tidak mengarahkan responden ke jawaban tertentu. Contohnya:
Sebagian orang berpendapat bahwa memberi bayi ASI saja—tanpa makanan atau minuman lain, bahkan tanpa air—selama enam bulan pertama kehidupannya sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi. Sebagian lainnya tidak sependapat. Bagaimana menurut Anda?
Menurut Anda, apakah menutupi tanah di sekitar tanaman dengan mulsa membantu atau tidak membantu mempertahankan kelembapan tanah selama cuaca kering?
4) Cantumkan pilihan jawaban berikut ini:
1) berpendapat bahwa perilaku tersebut efektif
2) berpendapat bahwa perilaku tersebut TIDAK efektif
3) tidak tahu
5)Kumpulkan data yang diperlukan melalui wawancara individu dengansampel yang representatifdari anggota kelompok sasaran Anda.
6) Untuk menghitung nilai indikator, bagi jumlah responden yang berpendapat bahwa perilaku tersebut efektif dengan jumlah total responden yang menjawab pertanyaan tersebut, termasuk mereka yang menjawab "tidak tahu". Kecualikan responden yang menolak menjawab dan jawaban yang tidak lengkap. Kalikan hasilnya dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persentase. Laporkan proporsi jawaban "tidak tahu" secara terpisah, karena hal ini dapat membantu menafsirkan temuan.
Pisahkan berdasarkan
Data ini dapat dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, apakah responden saat ini melakukan perilaku tersebut, dan—jika relevan dan memungkinkan—juga berdasarkan status disabilitas dan lokasi.
Catatan Penting
1) Meskipun persepsi seseorang bersifat subjektif, hal itu dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesediaan seseorang untuk menerapkan suatu perilaku tertentu. Seseorang cenderung menganggap suatu perilaku layak untuk dilakukan jika ia meyakini bahwa perilaku tersebut efektif dalam mencapai hasil yang diinginkan. Itulah sebabnya data yang dikumpulkan melalui indikator ini sangat penting.
2) Jika responden berpendapat bahwa perilaku tersebut tidak efektif, pertimbangkan untuk menanyakan alasannya. Jawaban mereka dapat membantu mengidentifikasi keraguan, kesalahpahaman, atau pengalaman negatif yang dapat diatasi oleh program tersebut.
3) Orang-orang yang tidak familiar dengan suatu perilaku mungkin tidak dapat menilai keefektifannya. Pastikan pertanyaan survei menjelaskan perilaku tersebut dan hasil yang diharapkan secara jelas, serta memungkinkan responden untuk memilih jawaban “tidak tahu”. Jika banyak responden memilih opsi ini, pertimbangkan apakah kurangnya pemahaman tentang perilaku tersebut mungkin menjadi penyebab ketidakpastian mereka.
Indikator Lintas Sektor yang Relevan
Pertimbangkan juga untuk menggunakan indikator-indikator berikut ini:
Efikasi Diri yang Dirasakan (menilai apakah seseorang yakin bahwa dirinya mampu melakukan perilaku tersebut)
Niat untuk Melakukan Suatu Perilaku (mengukur apakah orang-orang yang saat ini belum melakukan suatu perilaku berniat untuk melakukannya)
Prevalensi Hambatan Terhadap Perubahan (membantu mengidentifikasi hambatan lain yang mungkin menghalangi orang untuk menerapkan perilaku tersebut)