Tingkat Indikator
Rumusan Indikator
Tujuan Indikator
Cara Mengumpulkan dan Menganalisis Data yang Diperlukan
Tentukan nilai indikator tersebut dengan menggunakan metodologi berikut:
1) Tentukan periode mana yang akanAnda gunakan untuk menghitung simulasi (misalnya, 12 bulan terakhir) dan gunakan periode ini secara konsisten.
2) Tentukan apa yang dimaksud dengan simulasi. Latihan simulasi (bencana) adalah kegiatan yang direncanakan dan terorganisir yang meniru situasi darurat untuk menguji kemampuan tanggap darurat. Kegiatan ini mengikuti skenario yang telah ditentukan sebelumnya, melibatkan peserta yang relevan, dan memiliki tujuan pembelajaran atau pengujian yang jelas. Beberapa contoh simulasi antara lain latihan meja (Tabletop exercises/TTX), latihan evakuasi, latihan fungsional, atau simulasi lapangan skala penuh. Jangan menganggap sesi pelatihan biasa, pertemuan penyadaran, atau lokakarya tanpa skenario darurat sebagai simulasi. Jika satu latihan simulasi menguji respons terhadap berbagai bahaya dalam satu skenario terintegrasi (misalnya, banjir yang diikuti oleh wabah penyakit), hitunglah sebagai satu simulasi. Jika simulasi yang jelas terpisah dilakukan untuk bahaya yang berbeda, hitunglah masing-masing secara terpisah.
3) Identifikasi semua simulasi yang dilakukan selama periode pelaporan yang ditentukan pada Langkah 1. Gunakan kombinasi sumber informasi, seperti:
Wawancara dengan narasumber utama (misalnya, pejabat pemerintah, komite pengurangan risiko bencana tingkat lokal, organisasi mitra); dan
Tinjauan atas dokumen-dokumen yang relevan (misalnya: laporan kegiatan, catatan mitra, notulen rapat koordinasi)
4) Untuk setiap simulasi yang teridentifikasi, catat tanggal , lokasi, jenis bahaya yang disimulasikan, lembaga penyelenggara, dan kelompok peserta utama yang terlibat.
5)Untuk menentukan nilai indikator ini, hitunglah jumlah total simulasi bencana yang dilakukan selama periode pelaporan sesuai dengan definisi yang Anda buat pada langkah 2.
Pisahkan berdasarkan
Rincikan berdasarkan jenis simulasi yang dilakukan dan berdasarkan peserta (Pemerintah Daerah, anggota masyarakat, dll.). Jika memungkinkan, catat sejauh mana kelompok-kelompok yang terpinggirkan atau berisiko ikut serta dalam simulasi tersebut. Kelompok-kelompok tersebut dapat mencakup penyandang disabilitas, lansia, atau masyarakat di daerah terpencil.
Catatan Penting
1) Simpan bukti untuk setiap simulasi (daftar kehadiran, deskripsi skenario, foto, atau laporan) untuk memverifikasi hasilnya.
2) Gunakan format pengumpulan data yang sama untuk semua simulasi agar hasilnya dapat dibandingkan antar wilayah dan periode waktu.
3) Hitung simulasi yang berlangsung selama beberapa hari atau bertahap sebagai satu acara jika simulasi tersebut merupakan bagian dari satu latihan.
4) Penilaian kualitas teknis secara menyeluruh tidak diperlukan. Jika memungkinkan, dan jika kapasitas Anda memadai, daftar periksa sederhana dapat digunakan untuk memastikan unsur-unsur kualitas minimum, seperti: skenario yang jelas, partisipasi para pemangku kepentingan yang relevan, serta sesi evaluasi atau pembahasan singkat.
5) Jika jumlah peserta tersedia dari laporan atau narasumber kunci, Anda juga dapat mencatat berapa banyak orang yang berpartisipasi dalam setiap simulasi, dirinci berdasarkan jenis kelamin dan peran (misalnya, anggota masyarakat, pemerintah daerah, relawan). Data ini dapat melengkapi indikator ini atau digunakan bersama indikator terpisah seperti “Jumlah orang yang mengikuti latihan simulasi bencana.”
6) Untuk contoh simulasi lainnya, lihat sumber daya di bawah ini.