Tingkat Indikator
Rumusan Indikator
Tujuan Indikator
Cara Mengumpulkan dan Menganalisis Data yang Diperlukan
1) Kumpulkan data melalui observasi kelas dengan menggunakan daftar periksa observasi kelas yang telah disiapkan sebelumnya ( seperti Formulir Contoh Observasi Kelas TiCC dari INEE). Fokus utama daftar periksa tersebut seharusnya adalah apakah metode yang digunakan guru sesuai dengan usia, tingkat perkembangan, bahasa, budaya, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik. Daftar periksa tersebut juga harus menyoroti apakah materi pembelajaran relevan secara lokal, misalnya, dengan memastikan apakah guru:
- menanyakan hal-hal seputar kehidupan anak-anak, pendapat mereka, dan pengalaman mereka
- mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak-anak
- menggunakan sumber daya lokal sebagai bahan ajar
- menggunakan contoh/soal/cerita dari masyarakat setempat atau wilayah tersebut untuk mengilustrasikan materi pelajaran.
2) Tentukan dalam daftar periksa jumlah minimum (atau jenis) metode pengajaran yang harus diterapkan oleh guru agar dapat dicatat sebagai “menggunakan metode pengajaran yang tepat” dan “menunjukkan materi pembelajaran yang relevan dalam pelajaran mereka”.
3) Pengamat mencatat sejauh mana perilaku masing-masing guru telah diamati, misalnya dengan menggunakan skala: teramati — teramati sebagian — tidak teramati. Oleh karena itu, setiap butir dalam daftar periksa harus diisi, tanpa meninggalkan kolom kosong dalam daftar periksa tersebut. Selain itu, contoh-contoh spesifik dari setiap perilaku harus dicatat dalam kolom terpisah pada daftar periksa.
4) Hitung nilai indikator tersebut dengan membagi jumlah guru yang menerapkan metode pengajaran yang tepat dan materi pembelajaran yang relevan dalam pelajaran mereka dengan jumlah total guru yang diamati, lalu mengalikan hasilnya dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persentase.
Catatan Penting
1) Ini adalah Indikator INEE 3.12.
2) Jika sejumlah besar guru mendapat dukungan melalui proyek/program tersebut, dan pengamatan terhadap seluruh tenaga pendidik tidak memungkinkan, lakukan pengamatan terhadap sampel yang representatif dari para guru yang mendapat dukungan.
3) Bagi para guru, mungkin sulit untuk menunjukkan seluruh keterampilan profesional mereka dalam satu kali pengamatan di kelas. Idealnya, pengamatan dilakukan beberapa kali dalam jangka waktu tertentu sehingga guru memiliki kesempatan untuk menunjukkan seluruh keterampilan yang dimilikinya. Temuan-temuan hasil pengamatan sebaiknya dirangkum.
4) Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung dapat dikonfirmasi melalui cara-cara lain, misalnya survei terhadap guru/anak/pembimbing, penilaian sebelum dan sesudah pelatihan, serta wawancara/survei dengan anggota komunitas sekolah atau ruang belajar.
5) Gunakan tips berikut ini untuk memastikan konsistensi dan validitas hasil serta mengurangi bias subjektivitas pengamat.
- Daftar periksa pengamatan sebaiknya didasarkan pada kompetensi yang telah dipelajari guru melalui pelatihan. Hal ini akan memungkinkan pengukuran sejauh mana guru menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan tersebut dalam praktik.
- Selalu lakukan validasi terhadap alat dan kriteria dalam konteks baru: Uji daftar periksa tersebut di beberapa sekolah atau ruang belajar, lalu sesuaikan sebelum diterapkan di wilayah baru.
- Jelaskan kriteria baku untuk menentukan praktik guru yang teramati/tidak teramati, dan sampaikan hal tersebut kepada para pengamat.
- Pastikan konsistensi di antara para pengamat melalui pelatihan pengamat yang intensif dan pengawasan yang rutin. Gunakan observasi kelas bersama dalam situasi nyata dan/atau simulasi observasi kelas sebagai bagian tak terpisahkan dari pelatihan pengamat.
- Jika memungkinkan, lakukan rotasi pengamat di antara wilayah/sekolah atau ruang belajar/guru yang dipantau, sehingga bias pengamat tersebar di antara berbagai responden dan tidak memengaruhi hasil dari hanya satu wilayah/sekolah atau ruang belajar/guru saja.
- Memiliki prosedur pengamatan kelas yang terstandarisasi, termasuk pemilihan sekolah atau ruang belajar serta kelas yang akan diamati sebagai sampel, wawancara pra-pengamatan, pengamatan di dalam kelas, sesi pasca-pengamatan (pemberian umpan balik dan tindak lanjut individual), serta pemanfaatan data pengamatan (basis data pengamatan).
6) Indikator terkait:
INEE
- 3,13% guru yang menggunakan struktur atau rutinitas untuk mengelola interaksi di kelas secara lebih efektif (lihat indikator Manajemen Kelas)
ECHO
- KRI: Jumlah guru/tenaga pendidik yang menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar untuk memenuhi kebutuhan belajar anak-anak
IndiKit
- Persentase [sebutkan kelompok sasaran] yang memiliki pengetahuan/keterampilan yang diharapkan mengenai [sebutkan topik] (lihat indikatorPengetahuan/Keterampilan yang Diperoleh )
Akses Panduan Tambahan
- INEE (2016) INEE (2016) Formulir Pengamatan Kelas Contoh TICC (.pdf)